KAMP KEPEMIMPINAN HIGH SCHOOL
Pada minggu pertama Term 3, Student Council/OSIS tahun ajaran 2025–2026 menyelenggarakan kamp kepemimpinan yang telah menjadi tradisi bagi siswa Kelas 7 hingga Kelas 10. Pengalaman selama dua hari ini menggabungkan kegiatan kerja sama tim yang menantang dengan momen santai di sekitar api unggun. Sepanjang kegiatan, para prefek tahun ini menunjukkan kepemimpinan, kerja sama, serta komitmen yang kuat.
Kegiatan – HARI PERTAMA
Kegiatan kamp diawali dengan tiga jam sesi inspiratif yang dibawakan oleh Head of School, Head of Primary, dan Head of High School. Dr Dan menyampaikan pidato berjudul “Memimpin dari Hati: Menginspirasi dan Mendukung Teman-Teman Anda” yang menekankan pentingnya kepemimpinan dan kerja sama tim. Ms Junaida membahas manajemen waktu yang efektif melalui penggunaan spreadsheet, sementara Mr Gareth memandu kegiatan interaktif untuk membantu siswa mengenali gaya kepemimpinan mereka serta memahami pentingnya kerja tim. Sebelum seluruh sesi inspiratif tersebut dimulai, setiap kelompok terlebih dahulu diberikan beberapa lembar kertas untuk membuat sebuah logo yang merepresentasikan identitas kelompok mereka.
Setelah sesi pidato, para siswa mengikuti tantangan besar pertama mereka, WILDCARD. Kegiatan ini menguji kemampuan pemecahan masalah, kesabaran, dan kerja sama tim. Setiap kelompok memilih satu kartu yang terhubung dengan sebuah tas misterius berisi berbagai bahan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Setiap tim diberi waktu 20 menit untuk berkolaborasi dan membuat sebuah proyek dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.
Pada sore hingga malam hari, seluruh kelompok berkumpul untuk kegiatan Obor-Obor, sebuah aktivitas penuh energi yang berfokus pada strategi dan kerja sama tim. Para siswa bekerja sama memindahkan lilin melintasi lapangan sambil menghindari balon air yang dilemparkan oleh para guru dan anggota Student Council, hingga akhirnya menyalakan obor sebagai simbol keberhasilan.
Setelah makan malam dan sesi berenang yang menyegarkan, para siswa mengikuti Crossfire Gauntlet, di mana setiap tim berkompetisi dalam serangkaian tantangan berbasis pos. Setelah menyelesaikan setiap tantangan, masing-masing tim dapat memilih untuk menambahkan poin ke skor mereka sendiri atau mengurangi poin dari tim lain.
Malam hari pertama diakhiri dengan Walk of Bravery, sebuah tantangan di mana setiap tim menelusuri area sekolah dalam kondisi gelap dengan hanya menggunakan satu senter per kelompok. Tantangan ini menuntut keberanian dan kerja sama, saat tim mencari gelas-gelas yang tersembunyi di sekitar sekolah dan menyusunnya hingga membentuk kata “LEADERSHIP.” Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana api unggun yang hangat, lengkap dengan marshmallow panggang, cokelat panas, serta aktivitas malam hari, sebelumnya para siswa mendirikan tenda untuk bermalam di MPH.















Kegiatan – HARI KEDUA
Hari kedua dimulai pukul 06.00 pagi, dengan para siswa bangun dan merapikan tenda, dilanjutkan dengan senam pagi di lapangan yang dipimpin oleh anggota Student Council. Sesi yang penuh energi ini membantu menyegarkan tubuh dan membuat suasana positif untuk memulai hari. Setelah itu, para siswa menikmati sarapan sebelum melanjutkan ke kegiatan utama berikutnya.
Tantangan pertama hari itu adalah Rush Hour, sebuah aktivitas yang menggabungkan berbagai elemen dari Hari Pertama. Setiap kelompok melempar sebuah dadu untuk menentukan tujuan mereka di area sekolah. Di setiap lantai tersembunyi kartu-kartu berisi tantangan misterius dengan tingkat kesulitan dan poin yang berbeda – semakin tinggi poinnya, semakin menantang kegiatan yang harus dilakukan. Setiap tim harus berpikir strategis untuk memutuskan apakah akan mempertahankan poin mereka atau menggunakannya untuk “mengganggu” kelompok lain.
Selanjutnya adalah kegiatan yang paling dinantikan, Sustainable Raft Building. Dengan sumber daya yang terbatas, setiap tim bekerja sama membangun rakit yang cukup kuat untuk menyeberangi kolam renang. Setelah kegiatan tersebut selesai, para siswa diberikan waktu luang untuk menikmati kolam renang sebelum bersiap untuk mandi dan makan siang.
Kegiatan menjelang berakhirnya kegiatan kamp adalah sesi yang penuh wawasan bersama anggota Student Council tahun sebelumnya – Freya, Chloe, dan David. Mereka berbagi pengalaman mengenai pentingnya perencanaan acara dan penulisan proposal. Dalam sesi interaktif ini, setiap kelompok menyusun sebuah proposal kegiatan dan mempresentasikannya di atas panggung, sekaligus menjawab pertanyaan dari para mantan anggota Student Council.
Kamp Kepemimpinan High School diakhiri dengan upacara penutupan, di mana Student Council mengumumkan para pemenang berdasarkan total poin kelompok tertinggi serta poin individu tertinggi.
















