SIS-PIK Community Showcase

Juni 2026

BTEC ILMU TERAPAN – KUNJUNGAN LAPANGAN KE MANGROVE RESORT

Hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi, mengurangi dampak banjir, serta menjadi habitat alami bagi berbagai spesies ikan, burung, dan kehidupan laut lainnya. Selain itu, pohon bakau juga membantu meningkatkan kualitas air dan menyerap karbon dioksida, sehingga berperan penting dalam upaya melawan perubahan iklim.

Pada tanggal 21 dan 22 April, Kelas 10D BTEC Ilmu Terapan mengikuti perjalanan pembelajaran singkat ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Pengalaman yang menarik dan unik ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari ekosistem serta memahami pentingnya hutan mangrove, khususnya dalam kondisi lingkungan modern saat ini.

Pada hari pertama, Kelas  10D berangkat pagi-pagi menggunakan bus dan bertemu dengan pemandu mereka, Ms Jennifer. Beliau menjelaskan pentingnya pohon bakau bagi hewan-hewan yang hidup di area tersebut. Akar pohon bakau yang panjang dan ramping menyediakan tempat berlindung bagi kawanan ikan serta melindungi mereka dari predator seperti burung bangau dan burung darter oriental. Kelas 10D kemudian menanam bibit pohon bakau ke dalam pot tanah yang diberi label nama masing-masing siswa, yang nantinya akan terus tumbuh dalam beberapa bulan ke depan.

Setelah itu, para siswa naik speed boat menyusuri hutan mangrove, di mana mereka mengamati predator seperti burung penyelam yang mencari makan dan biawak yang bergerak di air. Yang paling penting, para siswa dapat menikmati keindahan ekosistem mangrove secara langsung. Sebagai kegiatan terakhir pada hari itu, para siswa mengikuti kegiatan eco-printing, yaitu memindahkan pigmen alami dan bentuk tanaman ke tas tote bag yang dapat dibawa pulang sebagai suvenir.

Pada hari kedua, Kelas 10D kembali melakukan perjalanan dengan bus dan bertemu lagi dengan Ms Jennifer. Kegiatan utama hari itu adalah menanam pohon bakau langsung di dalam air. Setelah naik speed boat menuju lokasi penanaman, para siswa masuk ke dalam air yang berlumpur dan keruh dengan kedalaman hingga hampir mencapai dada. Karena kondisi yang cukup menantang, beberapa siswa sempat ragu untuk masuk ke dalam air.

Secara keseluruhan, para siswa merasa bahwa pengalaman ini merupakan cara yang bermakna untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi hutan mangrove yang terancam akibat perubahan iklim. Sebagai sebuah komunitas, kita harus bekerja sama untuk melestarikan hutan mangrove, melindungi ekosistem, dan mendukung keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Penulis: Fiori Daryono, G10D, Kredit Foto: Wei Zexuan, G10D & Mr Bernard