HARI PENGEMBANGAN PROFESIONAL (PD)
Pada hari Pengembangan Profesional (PD) kami, para guru dan asisten guru dari Preschool mengikuti workshop pembelajaran selama 20 jam tentang Jolly Phonics. Ini adalah cara yang bagus bagi guru Preschool untuk memperbarui pengetahuan mereka tentang penerapan fonik dalam pembelajaran bahasa. Tim Preschool menemukan cara baru untuk menambah kesenangan terhadap belajar dan strategi agar pembelajaran huruf A,B,C lebih dari sekadar pengenalan huruf dan penggabungan suara. Penggunaan Jolly Phonics berpusat pada siswa dan metode multisensori ini pasti akan bermanfaat bagi siswa-siswi kami karena seluruh Preschool menerapkan hal ini.
Di Primary, guru-guru kami berkumpul untuk mendiskusikan strategi dalam menjadikan kelas menjadi lingkungan belajar yang kondusif untuk semua siswa. Diskusi mencakup praktik terbaik yang ditemukan di sekolah-sekolah terkemuka di seluruh dunia, dan menggunakan pengalaman guru-guru kami dan latar belakang mereka yang beragam dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang diselenggarakan oleh Jemma Education, yang telah bermitra dengan SIS-PIK dalam Program Bahasa Inggris PEAK kami. Guru kami belajar bagaimana menggunakan alat multimedia untuk membuat presentasi poster untuk menunjukkan karya dan penelitian mereka di kelas. Anda dapat melihat hasil karya mereka pada Hari Pendidikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret!
Hari PD kami juga merupakan kesempatan bagi para guru di High School untuk menyatukan apa yang telah mereka pelajari dari pelatihan berbasis bukti ke dalam perencanaan pengajaran untuk tahun yang akan datang. Salah satu fokus utamanya adalah mengeksplorasi prinsip-prinsip “Kurikulum Interleaving”. Konsep di balik hal ini adalah untuk memastikan bahwa urutan pengajaran topik kepada siswa menjamin mereka secara teratur mengulang kembali hal-hal yang telah mereka pelajari sebelumnya, tetapi pada tingkat yang lebih dalam dan menantang. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam dan mendukung siswa dalam mengingat dan tidak melupakan pembelajaran mereka dari waktu ke waktu. Untuk mencapai hal ini, kami harus menyusun kurikulum mata pelajaran yang lebih terampil dan kreatif dibandingkan dengan kebanyakan buku teks yang terbatas pada topik dan fokus pada bab.
Sesi lain dengan guru-guru High School kami adalah mengeksplorasi bagaimana “Dual Coding” – penggunaan berbagi informasi spasial, visual dan pendengaran – dapat membuat penjelasan guru menjadi lebih mudah diakses oleh semua siswa. Kami sangat menantikan untuk berkolaborasi dengan guru-guru dari sekolah lain ketika kami mengulang kembali sesi ini sekali lagi di Hari Pendidikan kami.




