September 2026

PENGEMBANGAN PROFESIONAL TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

Menuju Lingkungan Sekolah Tanpa Sampah: CCA Sustainability Programme dan Kota Tanpa Sampah Selenggarakan Pelatihan Sekolah Minim Sampah di SIS-PIK

Sekolah menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap harinya, mulai dari kemasan makanan di kantin hingga kertas yang terbuang di ruang kelas. Untuk mengatasi permasalahan ini dari sumbernya, pada 29 Agustus 2026, CCA Sustainability Programme, bekerja sama dengan Organisasi Kota Tanpa Sampah, menyelenggarakan pelatihan yang secara khusus ditujukan bagi komunitas Singapore School, Pantai Indah Kapuk (SIS-PIK). Berfokus pada upaya menjadikan sekolah sebagai Sekolah Minim Sampah, kegiatan ini membekali guru, staf, dan para pemimpin siswa SIS-PIK dengan berbagai langkah praktis untuk meningkatkan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membangun budaya kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

Salah satu fokus utama pelatihan yang dipandu oleh Kota Tanpa Sampah adalah penerapan pemilahan sampah yang tepat sejak dari sumbernya, sehingga sampah organik tidak mencemari bahan-bahan yang masih dapat didaur ulang. Para peserta mempelajari sistem pemilahan tiga jenis sampah, yaitu sampah organik untuk pengomposan, sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti kertas bersih, botol plastik, dan aluminium untuk fasilitas daur ulang atau bank sampah setempat, serta meminimalkan sampah residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir di ruang kelas maupun area bersama. Dengan membangun kebiasaan memilah sampah secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, siswa-siswi SIS-PIK belajar bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab aktif, bukan sekadar sebuah konsep.

Jika pemilahan sampah berfokus pada apa yang dihasilkan, maka pengurangan plastik sekali pakai berupaya mengatasi permasalahan sejak dari sumbernya. CCA Sustainability Programme memperkenalkan berbagai langkah praktis yang dapat segera diterapkan di lingkungan SIS-PIK, seperti bekerja sama dengan pengelola kantin untuk mengganti makanan ringan berkemasan plastik dengan wadah dalam jumlah besar dan wadah yang dapat digunakan kembali, memperluas budaya bawa tempat makan sendiri / Bring-Your-Own (BYO), serta memanfaatkan tempat isi ulang air untuk mengurangi penggunaan botol minum sekali pakai. Selain itu, menghindari penggunaan spanduk plastik dan perlengkapan katering sekali pakai dalam kegiatan olahraga sekolah maupun acara budaya dapat memastikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sekolah.

Pelatihan kolaboratif ini menegaskan bahwa membangun budaya berkelanjutan di SIS-PIK merupakan sebuah proses berkelanjutan yang membutuhkan upaya bersama. Dengan menerapkan sistem pemilahan yang jelas, mengurangi ketergantungan pada plastik di kantin, serta melibatkan siswa sebagai duta keberlanjutan yang aktif, SIS-PIK dapat secara signifikan mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjadi contoh pendidikan yang ramah lingkungan.